Nostalgia Bersama Pepsiman

Bagi teman-teman yang pernah merasakan masa jayanya era Playstation 1 atau biasa disebut PS1 sekitar tahun 90-an sampai 2000-an pasti pernah mengenal salah satu game berikut. Nama game nya adalah PEPSIMAN 😀

Terakhir kali memainkan game ini mungkin waktu saya masih SMP. Karena sekarang mungkin sudah susah cari CD-nya dan mungkin juga PS1 nya juga sudah langka, berikut saya share link untuk download game Pepsiman ini dengan versi portable untuk pc. Dalam artian tidak perlu install apa-apa. Langsung extract dan mainkan. Selamat bernostalgia😀

Download game Pepsiman disini : http://adf*ly/RBuM7 ganti bintang(*) dengan titik(.)

Pepsiman

Review Penggunaan Norival Fuel Enhancer Di Vixion

Dear all,

Pada tulisan berikut saya mau me-review salah satu produk aditif bensin yang cukup dikenal yaitu “Norival Fuel Enhancer“. Untuk profil produknya silakan dibaca-baca sendiri yeei di www.mynorival.com. Disitu komplit mulai dari keterangan produk, hasil uji lab, kumpulan testimoni pengguna, dan pembelian.

Saya menggunakan produk Norival yang tipe Platinum, karena dikhususkan untuk kendaraan dengan kompresi 10:1 – 11:1. Maka untuk Vixion yang berkompresi 10.4:1 cocoknya pake tipe Platinum.

Norival Platinum

Norival Platinum

Saya sebenarnya selalu mengisi bahan bakar Vixion kesayangan menggunakan Pertamax bahkan dari pertama turun dari mobil pick up dealer Yamaha. Namun ada kalanya kondisi keuangan menurun sehingga harus pintar-pintar mengatur prioritas keuangan. Apalagi sekarang saya sudah menikah dan Alhamdulillah istri sedang mengandung. Setelah dipikir-pikir maka si Vixion tersayang lah yang harus mengalah😦

Tapi memang dasarnya sayang sama Vixion udah pake banget, gak mau begitu saja si Vixion dikasih minum yang kurang enak. Jadi walaupun pake Premium harus tetap dapet asupan nutrisi yang paling tidak mirip Pertamax. Dan Norival-lah salah satu jawabannya😀. Ya kalau ibarat kata biasanya makan nasi goreng terus diganti makan nasi putih tapi dikasih kecap biar terasa lebih nikmat.

Setelah COD dengan Mas Iwan seller norival di daerah Surabaya langsung isi premium full tank yang ternyata mencapai 6 liter. Menurut aturan pakai dosisnya adalah 2 tetes norival per 1 liter premium. Baunya cairan Norival ini mirip seperti bau minyak kayu putih atau minyak angin, seger-seger gimana gitu😀 sampai istri saya pun nanya apa saya lagi masuk angin😀

Keesokan harinya saya pakai untuk berangkat kerja. So far so good. Yang saya rasakan gak ada perubahan setelah diisi dengan premium+norival. Itu yang saya rasakan by feeling yak. Mungkin si Vixion yang lebih bisa ngerasain bedanya.

Tinggal bulan depan kalau ada waktu liat kondisi busi dan clean injector. Ya walaupun oktan bisa meningkat tapi tetap yang namanya residu Premium tidak bisa hilang. Jadi harus rajin bersih-bersih😀

Semoga menginspirasi ^ ^

Ternyata ECU BRT Juken Vixion Tidak Mengenali Error 41

Masih edisi eksplorasi ECU BRT Juken vixion😀

Setelah menguji coba fitur Diagnostic, maka sekarang menjajal bagaimana jika terjadi error yang terjadi pada salah satu sensor.

Sensor yang paling mudah diuji coba adalah Lean Angle Sensor (LAS). Letaknya ada di bawah jok,ada tulisan ‘UP‘ dan dibaut oleh 2 buah baut kembang.

Lean Angle Sensor

Lean Angle Sensor

Fungsi dari sensor tersebut adalah mematikan injektor ketika motor terjatuh, sehingga mesin akan mati.

Diliat dari fungsinya tentunya sensor ini sangat vital karena menyangkut safety, ternyata ECU BRT Juken tidak memfasilitasi error tersebut.

Setelah dites dengan cara membolak-balikkan LAS, mesin masih tetap hidup, lampu indikator Engine Check tidak berkedip, dan tidak muncul kode error apa-apa di remote commander BRT.

Penasaran dengan hal ini maka saya menghubungi pihak BRT untuk meminta konfirmasi.

Jawabannya ternyata memang ECU BRT tidak memfasilitasi Lean Angle Sensor Error.

Jawaban Dari BRT

Jawaban yang sangat singkat dan apa adanya😀

Menjajal Fitur Diagnostic Pada ECU BRT Juken

Berawal dari keisengan mengutak-atik mainan baru ECU BRT karena ingin memahami fitur-fitur yang diberikan oleh barang tersebut.

Munculah pikiran untuk menjajal fitur Diagnostic Tool menggunakan Remote bawaan BRT nya. Apakah semudah seperti menggunakan FIDT milik Yamaha atau bahkan lebih mudah dan interaktif.

Tampilan awal mode diagnostic-nya sangat keren😀

Muncul tulisan “Yamaha Vixion BRT-2012 Ready”

Tampilan Awal ECU BRT :D

Tampilan Awal ECU BRT😀

Untuk masuk ke menu diagnostics tekan dan tahan tombol ‘DIAG’ selama 3 detik.

Pada mode Diagnostics terdapat 3 fungsi utama :

Diagnostics 1

Mode Diagnostics 1 dipakai untuk :

– Menunjukkan nilai bukaan gas/throttle (TPS)

– Menunjukkan putaran mesin (RPM)

– Menunjukkan nila AFR apabila mengaplikasikan O2 sensor.

– Menunjukkan nilai limiter putaran mesin/RPM

– Menunjukkan nilai suhu udara intake (I)

– Menunjukkan nilai suhu mesin (E)

Tampilan Mode Diagnostic 1

Tampilan Mode Diagnostic 1

Diagnostics 2

Mode Diagnostics 2 dipakai untuk kalibrasi TPS.

Tampilan Mode Diagnostic 2

Tampilan Mode Diagnostic 2

Diagnostics 3

Mode ini menunjukkan status dari sensor-sensor yang ada apakah dalam kondisi baik atau tidak.

Status Sensor-Sensor

Status Sensor-Sensor

Dan kesimpulannya adalah ternyata Diagnostics menggunakan Remote BRT lebih interaktif daripada menggunakan FIDT punya Yamaha😀

Panduan Pemasangan ECU BRT I-MAX Juken

Setelah inden kurang lebih 3 bulan, sejak bulan Desember 2012 akhirnya racun Vixion yang ditunggu-tunggu datang juga😀

Tak lain dan tak bukan adalah ECU Programmable IMAX Juken buatan Bintang Racing Team (BRT) yang sudah malang melintang di dunia CDI Racing.

ECU BRT IMAX Juken

ECU BRT IMAX Juken

Berikut cara pemasangan ECU BRT tersebut. Ohiya, sebelum memasang ECU ini, ada beberapa hal yang harus diketahui Masbro-Masbro sekalian.

1. Harus menggunakan Koil original Vixion (jangan memakai koil racing atau koil CDI seperti tirev)

2. Apabila pernah melakukan perubahan setting di Throttle Body seperti baut stopper TPS, maka harus dikembalikan dulu ke settingan standar.

Langkah-langkah pemasangan ECU :

1. Pastikan kunci kontak dalam keadaan OFF.

2. Pasang ECU pada kabel body dengan benar.

3. Hubungkan kabel hitam pada ECU ke kutub negatif aki.

4. Hubungkan remote ke ECU bila ada.

ECU dan Remote terpasang

ECU dan Remote terpasang

5. Pastikan gas/throttle tidak diputar.

6. Hidupkan kunci kontak / ON.

7. Perhatikan indikator Engine Check/Lampu berwarna kuning di speedometer.

8. Ada 2 kondisi yang mungkin :

– Jika lampu indikator engine check hanya berkedip 1 kali, maka ECU siap dihidupkan.

– Jika lampu indikator engine check berkedip-kedip, maka harus melakukan kalibrasi TPS.

Cara kalibrasi TPS :

1. Cek kabel gas apakah tertarik atau tidak.

2. Setel/kendurkan baut stopper TPS sampe lampu indikator engine check berhenti berkedip.

3. Cara menyetel baut stopper TPS adalah kendorkan dulu mur menggunakan kunci ring 8, kemudian setel stopper menggunakan kunci L kecil. Setelah selesai menyetel kencangkan kembali mur-nya menggunakan kunci ring 8.

Baut stopper TPS yang harus disetel

Baut stopper TPS yang harus disetel

Setelah kalibrasi TPS , cek apakah memenuhi kondisi berikut :

1. Pada gas tertutup (nol), kunci kontak ON, maka indikator engine check tidak menyala.

2. Mesin OFF, kontak ON, jika gas dibuka, maka indikator engine check akan berkedip.

3. Mesin ON, jika gas dibuka, maka indikator engine check tidak menyala.

Jika ketiga kondisi tersebut sudah didapat, maka SELAMAT ECU BRT anda siap digunakan😀

Bahayanya Sorot Lampu Utama Putih!

Dulu, orang mengenal warna sinar bohlam pada motor hanya kuning. Tapi, kini banyak produk aftermarket yang menawarkan bohlam dengan sinar yang beraneka warna. Mulai kuning emas, putih, biru hingga ungu.
Menurut Mark Karlen dan James Benya dalam bukunya berjudul Lighting Design Basic, warna ini ditentukan oleh temperatur warna yang dijelaskan dengan satuan Kelvin. Makin tinggi nilai Kelvinnya, makin terang cahaya yang dihasilkan. Misal bohlam standar motor mempunyai 4300 Kelvin manghasilkan cahaya berwarna Kuning.

Lalu ada bohlam HID yang temperatur warnanya 6000-8000 Kelvin yang cahayanya putih dan kebiru-biruan. Bahkan ada bohlam yang mempunyai 15000 Kelvin dan menghasillan cahaya warna ungu.

Untuk pemakaian sehari-hari, memakai bohlam berkelvin tinggi sangat tidak dianjurkan. Terutama saat berkendara di tengah hujan atau kabut. Cahaya putih dan kebiruannya akan bias ketemu air hujan dan tidak bisa menembus kabut. Otomatis, jarak pandang jadi pendek. Sehingga kita tidak bisa mengetahui situasi lalu lintas di depan kita. Bahaya, Bro.

Itulah mengapa pabrikan hanya merekomendasikan bohlam dengan warna kekuningan. Warna warna kuning mampu menembus kabut dan tetap terlhat kala hujan deras.  (motorplus-online.com)

Cara Mengukur Nilai Tire Circumference Pada Speedometer Koso

Bagi rekan-rekan bikers yang sudah menggunakan speedometer koso pasti sudah tidak asing dengan yang namanya tire circumference. Agar kecepatan motor sebenarnya dan meter pada speedometer menunjukkan nilai yang sama atau minimal mendekati sama, maka penentuan nilai circumference harus tepat.

Silakan masuk ke www.tacomaworld.com/forum/tirecalc.php . Kemudian pada Current Tire Size dan New Tire Size silakan masukkan ukuran ban depan. Misal 100-80/17.

 

Kemudian klik Calculate. Maka akan muncul segala informasi ban depan kita termasuk nilai circumferemce-nya dalam inch dan milimeter(mm).

 

Silakan sesuaikan nilai yang circumference di setingan speedometer koso kita.

Semoga membantu ^ ^